Hadji Tempo Doeloe (Kisah Klasik Berangkat Haji Zaman Dahulu)

Emsoe Abdurrahman (300 - 390) Ilmu Sosial

ISBN

978-602-6647-41-2

Penerbit

Alim

Tahun Terbit

2019

Rak Buku

(300 - 390) Ilmu Sosial

Klasifikasi

(300 - 390) Ilmu Sosial

Deskripsi Buku

Anwar Sadat (191801981) pernah berujar, “Keyakinan berarti seorang manusia harus memandang petaka sebagai takdir yang wajib dimilikinya, enta itu harta, tenaga, pikiran, hingga nyawa, demi keyakinan yang dianutnya.” Perjuangan sebagai kaum Muslimin di Nusantara untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Makkah termasuk salah satunya. Tempo Doeloe, kakek nenek kita bertani menempuh perjalanan sangat jauh, menantang ganasnya topan dan badai di lautan, gersangnya padang pasir, dan kejamnya para perampok di perjalanan, demi menuntaskan cita-cita memenuhi panggilan Ilahi. Sebuah panggilan yang sering kali harus dibayar dengan linang air mata, darah, bahkan nyawa. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibadah haji telah membawa pengaruh yang besar terhadap kehidupan kaum Muslimin di Nusantara, khususnya pada masa-masa sebelum kemerdekaan. Dalam pandangan sejarawan senior Indonesia, (alm) Prof. Dr. Sartono Kartodirjo, perjalanan haji telah melahirkan satu benteng solidaritas yang ampuh di dunia Islam. Betapa tidak, orang-orang membawa semangat kebesaran dan keagungan Islam. Inilah yang kemudian menggerakkan sebagian kaum Muslimin untuk melakukan perlawanan terhadap kaum kolonialis yang dianggap kafir, dalam hal ini Pemerintah Kolonial Belanda. Salah satu peristiwa fenomenal dan paling menarik dalam konteks ini adalah pemberontakan petani Banten tahun 1888 yang dipelopori oleh para haji. Dengan demikian, menurut Guru Besar Sejarah UGM ini, makna terpenting dari perjalanan haji itu harus dicari pada tingkat ideologis sebagai sesuatu yang menggerakkan lahirnya berbagai gerakan perlawanan.

Rekomendasi AI Naive Bayes

Lihat Semua
Dipilih Khusus untuk Anda!
Berdasarkan kategori dan penulis dari buku ini menggunakan algoritma Naive Bayes Classification
Memuat...

Memuat rekomendasi...